01.22 WIB
Hehehe
Aku ingin menertawakannya saja, lucu. Penuh kejutan sampai buat aku gak tidur nyenyak.
Sejujurnya aku bingung mau menulis apa. Ternyata gak semudah itu menulis untuk diri sendiri daripada untuk orang lain, dan aku sedikit malu menulis untuk diriku sendiri. Dibanding aku, perihal menulis untuk orang lain terbukti penaku terlampau lancar menggores tinta. Aku terlampau jarang untuk diri sendiri — mungkin (?). Kali ini aku ingin menulis apa adanya, ringan tapi enak saat kubaca kembali.
22
Iya, genap 22. Usiaku 22, angka usiaku bertambah.
Mungkin tidak banyak yang mengingatnya. Dan aku bersyukur jika ada yang mengingatnya, itu tidak terlalu penting, sih, itu hanya… yeah
Bercermin pada 4 Juni tahun-tahun lalu, memang Juni pasti ada saja kejutan tersembunyi di dalamnya, ada plot twist dalam setiap episodenya — aku menganggap itu hadiah berharga, sebelum kutahu arti dari hikmahnya.
Kenapa, ya, Twitter gak ada balon? Kenapa, ya, Line gak ada surat ucapan? Kenapa, ya, gak ada ucapan spesial dari Facebook?
Kenapa, ya?
Kenapa, ya?
Mungkin ini sepele, tapi hal sederhana itu buat aku merasa diperhatikan. Tidak seperti mereka.
Ada banyak 'kenapa' hari ini,
Apa mereka juga melupakannya?
Apa yang terjadi? Kenapa aku sendirian? Juga beribu kenapa lain yang perlahan tapi pasti menghabisiku. Akhir-akhir ini duniaku rasanya sunyi sekali, benar-benar sunyi sampai aku takut kepalaku memakan tubuhku sendiri.
Aku mau berterimakasih karena kamu di sana pernah bersama merayakan 4 Juni, aku gak nyangka waktu itu kamu ada, kamu datang. Padahal kondisi jauh dari kata baik. Terimakasih telah menemani, terimakasih telah menghiburku, terimakasih. Aku rasanya ingin terus berterimakasih. Aku mewakili terimakasih dari seisi dunia seandainya aku bisa hehe.
Thank you for existing in this world. You’re loved, you deserved whole love in this world. Thank you Zhong Chenle. Untuk hadiahnya aku sudah menyelesaikan satu jurnal tentang kamu saat 4 Juni (sebenarnya itu hanya sedikit gelombang kepala yang mengganggu tidur nyenyakku sebab banyak 'kenapa' yang gak pernah ada ujungnya)
Semua hal baik yang aku tuliskan mohon kamu aminkan, ya! Aku selalu berharap hal baik yang aku semogakan dapat kamu rasakan, aku ingin berterimakasih dengan caraku, dengan cara kita.
Best father ever, Zhong Chenle.